Categories
Uncategorized

Apakah Terapi Sel Itu?

Terapi sel adalah satu-satunya proses di dunia yang telah terbukti aman dan efektif dalam memperlambat proses penuaan dan membantu memulihkan kesehatan, vitalitas, dan kekuatan fisik secara drastis. Oleh karena itu bukanlah yang mengejutkan apabila jumlah konsumen terapi sel hidup plasenta terus meningkat.

Tidak seperti hormon pertumbuhan manusia atau Human Growth Hormone (HGH), DHEA, dan Melatonin, terapi sel sudah ada sejak dahulu kala, penggunaan dan manfaatnya telah melampaui banyak generasi. Penggunaanya secara tepat tidak diliputi kontroversi atau penuh dengan efek samping seperti HGH dan produk-produk lainnya.

Terapi sel juga digunakan hampir di seluruh budaya dan peradaban semenjak asal muasal manusia. Menelan Jaringan, baik manusia maupun hewan demi memperoleh manfaat fisik, telah tercatat dalam sejarah, Achiles dari Yunani kuno, selalu mengkonsumsi tulang singa untuk meningkatkan kekuatannya sendiri. Naskah Papyrus yang ditemukan di Thailand menyebutkan bahwa mulai sekitar 100 tahun sebelum Masehi, merekomendasikan penggunaan plasenta untuk peremajaan.

Teori dasar dibalik terapi sel,yang terbaik adalah yang dinyatakan Paracelsus, seorang tabib abad 16 yang menulis, “ Jantung mengobati jantung, paru-paru mengobati paru-paru, limpa mengobati limpa, segala sesuatunya disembuhkan oleh kesamaannya. Paracelsus dan para tabib pada jaman dahulu kala meyakini cara terbaik untuk mengobati penyakit adalah dengan menggunakan jaringan untuk membangun kembali dan merevitalisasi jaringan yang rusak atau yang sudah tua. Ilmu pengobatan modern ortodoks kehilangan pandangan dengan metode ini, sehingga kini ilmu pengobatan modern ortodoks menggunakan bahan-bahan kimia untuk menginterupsi atau mengesampingkan proses kehidupan. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan hanya bekerja hingga terurai oleh metabolisme tubuh, sementara terapi sel memiliki efek jangka panjang karena menstimulasi kekuatan-kekuatan yang menyembuhkan dan merevitalisasi tubuh itu sendiri.

Dokter yang menerapkan terapi sel, percaya bahwa terapi sel bekerja layaknya sebuah transplantasi organ dan sebenarnya membuat sel-sel tua untuk “berperilaku muda”. Pelajaran biologis ini tidak dengan mudah dilupakan oleh sel-sel.

Di Eropa, keampuhan terapi sel telah diterima masyarakat luas, di Jerman, contohnya lebih dari
5000 dokter secara rutin melakukan penyuntikan terapi sel. Sebagian besar biaya penyuntikan
tersbut didanai oleh sistem keamanan sosial di Jerman. Beberapa juta pasien di seluruh dunai telah
menerima suntikan terapi sel sejak pertengahan tahun 1950 an.