Categories
Uncategorized

Tiga Tahapan Mekanisme Peremajaan Tubuh

Terapi sel adalah satu-satunya perawatan untuk menstimulasi sistem peremajaan dan pembaruan sel dalam tubuh. Pembaruan adalah rangkaian mekanisme dalam tubuh yang menjaga jaringan tubuh, organ tubuh untuk bekerja secara maksimal. Regenerasi sel juga yang memperbaiki kerusakan pada sel-sel tubuh dan menggantinya dengan yang baru untuk menjaga vitalitas dan keremajaan tubuh.

Tuhan menciptakan manusia sederhana. Menyusun pondasi keremajaan lebih sederhana dari yang anda bayangkan. Hal yang terbaik adalah kembali pada pokok dan melihat bagaimana tubuh kita berfungsi dan memperbaiki dirinya sendiri. Sekali kita memahami hal ini, kita akan mampu mengatur mekanisme tubuh untuk bekerja lebih baik dan menjaga diri sendiri.

Singkat cerita, untuk menjaga keremajaan , sistem anti penuaan dalam tubuh hartus bekerja secara optimal pada tiga tingkatan yang saling berhubungan yaitu : Perlindungan, Perbaikan, Pembaharuan (regenerasi)

Tahap 1 : PERLINDUNGAN

* Kemampuan tubuh untuk melindungi sel-sel sehat dari kehancuran yang disebabkan oleh radikal bebas yang berbahaya.

* Semakin baik kemampuan tubuh untuk menjaga sel-sel yang sehat maka hidup kita akan menjadi lebih baik , sehat dan panjang umur.

* Sumber-sumber untuk tahap Perlindungan ini adalah : buah-buahan & sayuran. Vitamin A,C dan E Coenzyme, Q10, Pycogenol, minyak biji gandum.

* Tahap ini berfungsi memaksimalkan penyerapan anti oksidan untuk menangkal radikal bebas yang berbahaya.

Tahap 2 : PERBAIKAN (Penyembuhan)

* Kemampuan tubuh kita untuk memperbaiki sel-sel yang telah rusak oleh radikal-radikal bebas dan penyebab kerusakan lainnya.

* Semakin tinggi kemampuan untuk memperbaiki sel-sel yang telah rusak dan sel-sel yang sudah melemah, maka semakin kecil kesempatan untuk penuaan, khususnya tanda-tanda penuaan dini, seperti kelelahan yang berkepanjangan/kronis, keriput, pigmentasi, kulit kering dan kasar.

* Sumber-sumber untuk tahap Perbaikan adalah Aloe Vera, Zinc, Spirulina, Vitamin C, Protein laut

* Tahap ini berfungsi menstimulasi penyembuhan.

Tahap 3 : PEMBAHARUAN (REGENERASI)

* Kemampuan tubuh untuk mengganti sel-sel mati atau sel-sel yang tidak dapat diperbaiki dengan sel-sel yang baru.

* Semakin efisien tubuh kita mengganti sel-sel yang mati atau yang sudah tidak dapat diperbarui lagi, maka semakin kecil kesempatan tubuh kita untuk menciptakan penyakit degeneratif kronis seperti kelainan sendi (arthritis), sakit jantung, Alzheimer, diabetes , dan lain-lain.

* Hal ini juga berarti bahwa penampilan kita akan tampak jauh lebih muda karena kecilnya kemungkinan tubuh untuk memproduksi material-material tidak berguna.

* Sumber untuk tahap Regenerasi adalah : Terapi Sel Hidup.

* Tahap ini berfungsi menstimulasi regenerasi sel dan meningkatkan kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri.

Categories
Uncategorized

Apakah Terapi Sel Itu?

Terapi sel adalah satu-satunya proses di dunia yang telah terbukti aman dan efektif dalam memperlambat proses penuaan dan membantu memulihkan kesehatan, vitalitas, dan kekuatan fisik secara drastis. Oleh karena itu bukanlah yang mengejutkan apabila jumlah konsumen terapi sel hidup plasenta terus meningkat.

Tidak seperti hormon pertumbuhan manusia atau Human Growth Hormone (HGH), DHEA, dan Melatonin, terapi sel sudah ada sejak dahulu kala, penggunaan dan manfaatnya telah melampaui banyak generasi. Penggunaanya secara tepat tidak diliputi kontroversi atau penuh dengan efek samping seperti HGH dan produk-produk lainnya.

Terapi sel juga digunakan hampir di seluruh budaya dan peradaban semenjak asal muasal manusia. Menelan Jaringan, baik manusia maupun hewan demi memperoleh manfaat fisik, telah tercatat dalam sejarah, Achiles dari Yunani kuno, selalu mengkonsumsi tulang singa untuk meningkatkan kekuatannya sendiri. Naskah Papyrus yang ditemukan di Thailand menyebutkan bahwa mulai sekitar 100 tahun sebelum Masehi, merekomendasikan penggunaan plasenta untuk peremajaan.

Teori dasar dibalik terapi sel,yang terbaik adalah yang dinyatakan Paracelsus, seorang tabib abad 16 yang menulis, “ Jantung mengobati jantung, paru-paru mengobati paru-paru, limpa mengobati limpa, segala sesuatunya disembuhkan oleh kesamaannya. Paracelsus dan para tabib pada jaman dahulu kala meyakini cara terbaik untuk mengobati penyakit adalah dengan menggunakan jaringan untuk membangun kembali dan merevitalisasi jaringan yang rusak atau yang sudah tua. Ilmu pengobatan modern ortodoks kehilangan pandangan dengan metode ini, sehingga kini ilmu pengobatan modern ortodoks menggunakan bahan-bahan kimia untuk menginterupsi atau mengesampingkan proses kehidupan. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan hanya bekerja hingga terurai oleh metabolisme tubuh, sementara terapi sel memiliki efek jangka panjang karena menstimulasi kekuatan-kekuatan yang menyembuhkan dan merevitalisasi tubuh itu sendiri.

Dokter yang menerapkan terapi sel, percaya bahwa terapi sel bekerja layaknya sebuah transplantasi organ dan sebenarnya membuat sel-sel tua untuk “berperilaku muda”. Pelajaran biologis ini tidak dengan mudah dilupakan oleh sel-sel.

Di Eropa, keampuhan terapi sel telah diterima masyarakat luas, di Jerman, contohnya lebih dari
5000 dokter secara rutin melakukan penyuntikan terapi sel. Sebagian besar biaya penyuntikan
tersbut didanai oleh sistem keamanan sosial di Jerman. Beberapa juta pasien di seluruh dunai telah
menerima suntikan terapi sel sejak pertengahan tahun 1950 an.